Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Jumat, 15 April 2011

Hati-Hati, Krisis AS Juga Ancam Perekonomian Indonesia !!!


 





    Krisis perbankan di Amerika Serikat (AS) bisa memengaruhi perekonomian Indonesia. Karena itu pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan memprioritaskan upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Gubernur BI Boediono mengungkapkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bekerja sama dengan Gubernur BI menjaga stabilitas perekonomian.
"Presiden memberikan arahan kepada kita, ke depan masalah stabilitas ekonomi perlu diperhatikan, " ujar Boediono seusai diterima Presiden SBY di Istana Negara Jakarta, Rabu (16/7) sore.
Pada pertemuan itu Gubernur BI memberikan penjelasan kepada Presiden mengenai situasi sektor keuangan terkini.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu mengungkapkan, bahwa krisis ekonomi di AS bisa menekan ekspor Indonesia, khususnya dari sektor manufaktur. Namun, dinamika internal ekonomi Indonesia yang cukup baik akan meminimalkan dampak krisis di AS.
"Intinya semuanya menuju ke perbaikan. Dulu ada sedikit nervous pada April-Mei, menjelang kebijakan BBM.Kemudian setelah Mei juga ada sedikit demam, tapi sekarang sudah jauh lebih baik, " ujarnya.
Indikator perbaikan ekonomi nasional terlihat dari stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan cadangan devisa yang saat ini telah mencapai USD59, 6 miliar.
"Inflasi semoga saja setelah kenaikan harga BBM ini bisa kembali ke normal dari dua bulan lalu. Artinya bisa diharapkan kita sudah melewati puncak dampak BBM, " jelas Boediono.  
 
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, perkembangan ekspor Indonesia pasti akan terpengaruh krisis keuangan di AS.Namun hingga kini belum bisa diperkirakan besaran volume penurunannya.
"Untuk ekspor kita mungkin akan melihat hingga semester depan. Momentumnya tidak akan banyak. Untuk 2009 kita akan lihat bagaimana situasi global, " ujarnya.
Krisis perbankan di AS, lanjutnya, di satu sisi menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia melambat. Di sisi lain, krisis itu bisa berdampak positif, yakni berupa penurunan permintaan minyak dunia.
"Sehingga tekanan terhadap peningkatan harga minyak juga makin berkurang. Mungkin juga secara global akan mengurangi spekulasi, " papar Sri Mulyani.






Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/nasional/hati-hati-krisis-as-juga-ancam-perekonomian-indonesia.htm

"Tumbuhnya Pasar Mobil Domestik Indonesia di tahun 2011"

        Industri otomotif mempunyai bagian penting dalam perekonomian di Indonesia. Pasalnya industri ini merupakan salah satu industri yang banyak menghasilkan profit di pasar Indonesia. Banyaknya jumlah penduduk di Indonesia, dan adanya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) rupanya berpengaruh terhadap peningkatan  permintaan masyarakat terhadap mobil. Jumlah penduduk yang besar menjadi hal yang menggiurkan bagi produsen mobil. Indonesia merupakan sasaran empuk untuk mengekspansi pasar. Selain itu adanya peningkat PDB rupanya diiringi oleh meningkatnya konsumsi domestik, dan hal ini juga menjadi penyebab meningkatnya penjualan mobil di Indonesia.


        Mengutip dari Bisnis Indonesia (31/01/2011), Vice President Otomotif dan Transportasi Frost & Sulivan (F&S) Viviek Vaidya mengatakan bahwa saat ini permintaan mobil di Indonesia sangat jauh dari stagnasi. Menurutnya, pertumbuhan pasar mobil di Indonesia ini baru awal, dan dalam 1-2 tahun ke depan Indonesia mampu menjadi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara. Di tahun 2010 yang lalu, pertumbuhan permintaan mobil di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Di tahun 2010, pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 58,14% dibandingkan tahun 2009, 764.710
unit mobil terjual saat itu.


       Mengutip dari http://www.investor.co.id (16/12/2010) di tahun 2010, hampir 75% penjualan otomotif di Indonesia didominasi oleh penjualan mobil penumpang, dan sisanya merupakan penjualan mobil-mobil komersial. Jenis mobil MPV menjadi primadona pada penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2010 yang lalu. Sedangkan berdasarkan merek Toyota menjadi market leader dengan menguasai 37,9% pasar mobil, diikuti Daihatsu dan Mitsibushi yang menguasai pasar sebesar 14,7% dan 14,41% pasar mobil Indonesia. 
 
     Di masa yang akan datang diprediksi jenis mobil ramah lingkungan, jenis hibrid atau jenis mobil dengan bahan bakar listrik akanmeramaikan pasar mobil di Indonesia. Jenis mobil City Car juga akan menjadi alternatif pilihan konsumen, mengingat mahalnya harga BBM sekarang ini. Mengutip dari Bisnis Indonesia (31/01/2011) Direktur Pemasaran PT.KIA Mobil Indonesia Hartono Sukmono memprediksi adanya harga bahan bakar minyak yangterus meningkat akan mendorong penjualan mobil berkapasitas mesin kecil dan irit bahan bakar, yang banyak terdapat dalam segmen City Car. Mahalnya harga BBM, memaksa masyarakat untuk membeli mobil yang lebih efisien.




 sumber : http://www.wartaekonomi.co.id



Perekonomian Indonesia 2011 Terancam Krisis Global Baru


   

      Peringatan adanya gangguan yang berasal dari ketidakstabilan perekonomian yang mempengaruhi target nasional dikemukakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di saat pembukaan perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (3/1). 
      Dikatakannya krisis global baru perlu diwaspadai karena mampu mempengaruhi perekonomian nasional di tahun 2011.  Selain itu, faktor yang turut berpengaruh adalah inflasi global, dan inflasi di bidang pangan, di mana harga pangan terus merangkak naik serta harga komoditas dunia semakin hari semakin tinggi. Menurutnya yang mempengaruhi pertanian dunia berasal dari factor climate change yang turut menyebabkan cuaca ekstrim dan banjir banding yang berdampak pada ketahanan pangan dunia.  

Berdasarkan informasi, SBY menargetkan pertumbuhan ekonomi di 2011 mencapai angka 6,4 persen. Adapun dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan APBN 2011 telah ditetapkan sejumlah sasaran yang harus diperjuangkan. Adapun target lainnya yaitu, inflasi bisa mencapai angka 5,3 persen serta angka pengangguran menurun menjadi tujuh persen. Diketahui, saat ini angka pengangguran berada di posisi 7,15 persen. Di samping itu, SBY juga mengharapkan tingkat kemiskinan bisa turun antara 11,5-12,5 persen.   

      Menanggapi target pencapaian tersebut, dirinya menekankan perlunya kerja keras dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Namun juga menurutnya target-target tersebut bukan hal yang mustahil untuk dicapai karena target-target tersebut menurutnya achievable.


sumber : http://www.wartaekonomi.co.id

Rabu, 06 April 2011

TUGAS 3 "Perekonomian Indonesia"

  1. Jelaskan dengan singkat yang dimaksud dengan :
a). Pertumbuhan Kesenjangan
b). Kemiskinan
  1. Sebutkan & Jelaskan faktor-faktor penyebab kemiskinan ! min.5 
  2. Sebutkan&Jelaskan Program Pemerintah saat ini untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia ! min.3

Jawab :
1. a). Pertumbuhan Kesenjangan adalah terjadinya ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara   kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. 

   b). Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan

2. Faktor-Faktor Penyebab Kemiskinan :

·         penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
·         penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
·         penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
·         penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
·         penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

          3. Program Pemerintah saat ini untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia :
  Beberapa program yang tengah digalakkan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan antara lain Fokus program meliputi 5 hal antara lain :
1). Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok;
2). Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin;
3). Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis   masyarakat;
4). Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar;
5). Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masya-rakat miskin.

Dari 5 fokus program pemerintah tersebut, diharapkan jumlah rakyat miskin yang ada dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit. Beberapa langkah teknis yang digalakkan pemerintah terkait 5 program tersebut antara lain:
    1. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :
      • Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
      • Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer
    2. Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Fokus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:
      • Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
      • Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
      • Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
      • Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
      • Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
      • Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
      • Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
      • Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahanan keluarga
      • Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
      • Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.
    3. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :
      • Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
      • Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
      • Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
      • Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis  masyarakat.
    4. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain :
      • Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs);
      • Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA);
      • Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi;
      • Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit;
    5. Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :
      • Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan anak (PUA)
      • Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
      • Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
      • Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI dan SMP/MTs; dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan (PKH).
      • Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi persyaratan).